Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Yaaa INILAH AKU


Aku tak tahu harus memulai tulisan ini dari mana
Aku juga tak tahu apa aku ingin menulis atau tidak
Aku juga tak tahu apa yg aku tuliskan ini keinginanku atau bukan
Aku benar-benar tak tahu dengan semua tulisan ini
Yang aku tahu, aku benar-benar tak tahu apa yg terjadi dengan diriku

Dan aku tak tahu apa maksud tulisanku ini
Tanganku menari begitu saja di atas keyboard laptop ini
Bibirku terkatup rapat sembari tersenyum sesekali
Mataku kosong menemani kekosongan pikiranku
dan pikiranku kosong seakan pergi jauh entah ke mana

Kemudian tulisan ini ada “Semua tentangmu Selalu membekas di hati ini”
Awalnya hanya kata-kata itu yg tertulis
Hhmmm.. Aku sadar..
Kata-kata itu seperti lirik lagu yg pernah kudengar
“Pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat
Tidak disangka aku langsung terhipnotis olehmu”
Lagi-lagi hanya sepetik rangkaian lirik lagu yg kuungkap di sini

Yaaa mungkin ini lebih baik
Aku masih bisa mengingat rangkaian lirik lagu
Setelah apa yg terjadi di hidupku selama ini yg berawal dari pertemuan dengannya
Aku masih saja berkelut dengan dirinya
Aku masih saja mengharapkannya tanpa ada kepastian

Aku masih saja terjatuh ke kesalahan yg sama
Aku masih saja bermimpi di tengah-tengah penderitaan
Aku masih saja mau disakiti, disakiti, dan disakiti lagi olehnya
Aku masih saja terdiam, terdiam, dan terdiam karna ulahnya
Manusia memang bukan makhluk yg sempurna

Begitu juga dengan diriku
Terkadang manusia juga melakukan hal bodoh
dan begitu pula dengan diriku
Aku menutup telingaku dari perkataan orang luar
yg sesungguhnya orang-orang itu adalah SAHABAT terbaikku
yg sesungguhnya orang-orang itu adalah PENASEHAT terbaikku
yg sesungguhnya orang-orang itu adalah HAKIM terbaikku

Aku terdiam dengan mendengarkan suara hatiku saja
Suara hati yg menuntunku pada sebuah KEGELISAHAN
Sudah lama kurasakan kegelisahan ini
Tapi entah mengapa aku menggubris kegelisahan itu sendiri

Mungkin benar yg dikatakan mereka
“Kamu terlalu polos Kamu terlalu lugu
Sampai-sampai kamu selalu berbaik hati membuka hati
memberi apa yg terbaik buat orang lain
tetapi menerima apa yg tak pantas kamu terima”

Yaaa INILAH AKU
Aku tak pernah mau berbuat buruk
Aku tak pernah mau menyakiti orang lain
Aku tak pernah mau membuat orang lain marah
Aku tak pernah mau mencari musuh
Aku hanya ingin mencari teman, sahabat, pembimbing, penasehat
dan orang-orang yg mau menemaniku menjalani hidup ini

Aku IKHLAS dengan keadaan yg ada
Aku IKHLAS dengan semua yg kulakukan
Aku IKHLAS dengan semua yg terjadi padaku
Sungguh aku IKHLAS, Tuhan..
Tiba-tiba aku sadar akan beberapa hal
Terkadang kita harus menangis sebelum kita tertawa
Terkadang kita harus cemberut sebelum kita tersenyum

Terkadang kita harus bertemu dengan orang yg salah sebelum bertemu dengan orang benar
Terkadang kita harus terjatuh dahulu sebelum belajar mencoba untuk bangkit
Terkadang kita harus berani menghadapi satu masalah sebelum berhasil menyelesaikan ribuan masalah

Terkadang kita harus memulai hal kecil sebelum akhirnya mengakhiri hal yg besar
Aku sadar kesalahan yg kulakukan itu besar
Besar hingga menutupi sebagian buku diaryku
Besar hingga memenuhi sebagian besar tulisanku di sini
Besar hingga menghabiskan separuh waktu di perjalanan hidupku
Tapi itu semua takkan membuatku berhenti di tepi jalan ini

Aku tetap ingin menggubris semua KEGELISAHAN
tapi tidak dengan cara lama yg membutku jatuh pada kesalahan yg sama
Ku ingin berjalan, dan terus berjalan, berjalan menyusuri apa yg tak pernah ku duga
Meski kadang ku tertatih mencari mata angin, mencari tangan hujan
Mencari telinga petir hingga mencari kaki pelangi yg entah di mana ujungnya

Karya : Rusmei


Segenggam Rindu Untukmu

Kala rindu ini menghentak relung kalbu
Kubisikan namamu penuh perasaan
Kuberitahu kau , aku kangen say….
Usaplah kerinduanku dengan caramu
Lesapkan lara hati yang menderaku

Gejolak dalam dada makin membuncah
Katakan padaku, bagaimana cara menetralkan rasa ini?

Hampir tak sanggup kujalani garis takdirku
Kuteruskan lajunya kehendak hati, itu tak kan berujung
Mundur pun taklah sanggup lara hati kutanggung
Kutanyakan pada hatiku, apa yang harus kulakukan?
Kedua pilihan yang sama pahitnya
Aku tak sanggup memilih satu di antaranya

Dua jendela hati terbuka sudah
Bukan mauku, juga bukan kehendakmu
Dia datang menerobos hati kita tanpa permisi
Tanpa sanggup kucegah, pun tak dapat kutolak
Mengenalmu memang mauku
Tapi jatuh cinta padamu, di luar kehendakku

Bagaimana sanggup kujalani hariku tanpamu?
Kau hadir disetiap tarikan nafasku
Bagai bayang-bayang, kau selalu mengikutiku
Anganku menggapai mimpi di setiap ruang imajinasi
Segenggam kerinduan kusimpan untukmu
Siap kulepas jika saatnya tiba

Aku tak sanggup sayang, temani aku sampai akhir hayatku
Denganmu, kutemukan kesempurnaan
Bersamamu, serasa lengkap arti hidupku
Izinkanlah aku mencintaimu dengan caraku
Biarkan aku menikmati rasa syahdu mengisi ruang hati
Aku tak berdaya menolak rasa ini
Rengkuhlah aku dalam pelukmu
Kumau bersamamu, selamanya!



"AKU HANYA INGIN PASANGAN SEDERHANA"

Aku hanyalah wanita biasa.
Aku bukanlah wanita berwajah cantik mempesona.
Aku juga bukanlah wanita yang punya segalanya.

Aku hanya ingin pasangan sederhana.
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya.
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya.
Aku tidak ingin menilai setinggi apa tahtanya.

Pasangan yang suka beramal sholeh.
Pasangan yang mengharapkan ridha_Nya.
Pasangan yang akan membawa keberkahan_Nya.
Aku berharap kelak pada suatu waktu.
Aku dipertemukan dengan pasangan pilihan_Nya.

Seorang lelaki yang hatinya terpaut kepada_Nya.
Seorang lelaki yang mengikuti sunnah Rasul_Nya.
Seorang lelaki yang berpedoman pada Kitab_Nya.
Seorang lelaki yang mau menerima kekuranganku.

Yang akan mampu membimbing hidupku.
Yang akan mampu mengisi hari-hariku.
Yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan-ku.

Aku ingin menyayanginya dengan sederhana.
Aku harap dia menyayangiku secara sederhana pula.
Sesederhana aku dalam mencintainya.
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersama_Nya.
Menyemai kerinduan akan wajah_Nya.
Sebelum aku dipertemukan dengannya.

Kelak akan kubangun Istana Indah.
Walau hanya pondok kecil dari bambu.
Kan kupagari ketulusan cinta dan kasih sayang.
Kan kujadikan pondokku sebagai Surga bagi Suami dan anakku.

Hanya satu cita-citaku.
Yaitu ingin menjadi seorang Isteri Sholehah.
Aamiin Ya Rabbal'alaamiin


Cinta Adalah Keharuman Bunga


Cinta adalah kesegaran dan keharuman bunga yang dikirim Tuhan untuk membuat dunia tersenyum

Parasnya laksana embun menyambut pagi , dan mengilhami bunga untuk menebarkan keharuman dimusim semi, mengilhami kumbang untuk meresapi tentang keindahan sari .


Dengan segala kecantikan dan pesona hati yang begitu sempurna, semua orang akan menilai ia adalah gadis paling beruntung, hidupnya dipenuhi oleh kesenangan dan kegembiraan.

Namun siapakah yang menyangka bila duka dan derita telah memenjarakan gadis tersebut?….

Siapakah yang bakal mengira bahwa jiwanya telah terangkat lalu terbang dari tubuhnya- untuk mencari keagungan cinta…Tiada seorangpun tahu tentang duka hati yang membaluti jiwanya…tiada seorangpun tahu tentang ratap tangis dan rintihan kalbunya dikeremangan malam…

Dibalik cahaya bintang dan bulan aku melihat jasadmu terkulai laksana merpati yang patah sayapnya, engkau memanggil-manggil pasangan jiwamu, yang juga terkapar dalam sayap kerinduan…

Memang pesona kecantikan yang dia miliki dapat menyembunyikan kesedihan hati akan penyakit cinta, tapi bukanlah obat sesungguhnya dari penyakit itu…Obat itu sesungguhnya ada pada orang yang telah mencuri hatinya… orang yang selalu dikenang ketika siang dan menjelma mimpi dikala malam.

Tiada seorangpun yang dapat mengerti dan memahami kesedihan hatinya begitu pula keluarga dekatnya , belahan jiwanyapun menjalani nasib yang sama , seorang diri ia mengelana ditengah hutan dan lautan perasaan.

Bahkan cinta merasakan penderitaan yang ia rasakan lebih perih dari pasangan jiwanya, Ia (si- belahan jiwa) terbebas dari aturan dan adat istiadat untuk menjaga martabat keluarga.

Tetapi cinta? Bintang itu harus tersenyum pada sekelilingnya agar tidak dicap angkuh, semua yang ia perbuat berjalan beriringan dengan ukuran harga diri, semua yang ia lakukan harus sesuai dengan tuntutan masyarakatnya, demi martabat keluarganya.

Tidaklah mungkin seorang putri raja keluar dari istananya, dimana setiap pasang mata selalu mengawasinya; hasrat hatinya terpendam untuk berjumpa dengan seorang pemuda yang tinggal di sebuah desa terpencil yang telah mencuri hatinya- desa yang belum pernah ia kunjungi sekalipun dalam mimpi…

Itulah tatanan dunia dan akupun memakluminya….

Ia harus terus tersenyum walau hatinya menangis, gemerlap dunia telah memaksanya untuk memakai topeng-topeng kepalsuan.

Kumohon padamu cinta…hentikan air matamu, lepaskan segala gundahmu….

Aku mendengar rintihan jiwamu, aku mendengar resahmu , kucoba untuk menjawab setiap pertanyaan batinmu…kemarilah cintaku bersandarlah dibayang bahuku, yakinlah bahwa aku akan ada disetiap bayang…Ulurkanlah sayap patahmu, kan kugapai dan kusembuhkan dengan kepakkan syair jiwaku.

Aku akan mengawalmu dari pencela-pencelamu….Bunga-bunga boleh saja layu, tapi ku kan menjaga agar cahaya bunga itu slalu merekah ditaman hati, lalu menjelma menjadi cahaya bintang yang mengisi kesunyian malam

Duhai cintaku berjanjilah dihadapan langit dan bintang…sekalipun kita takkan bersatu, namun jiwa kita kekal dalam keabadian cinta.

Tersenyumlah bersama mentari, sampaikan salam kerinduanmu padaku-melalui desiran angin dan kicauan burung-burung diangkasa serukanlah segala impian indahmu…

Ketika ku mendengarnya, aku kan rentangkan sayapku, lalu kujemput jiwamu yang memanggil jiwaku, bersama kita berdua dalam rengkuhan sayap-sayap ilahi , menuju cahaya kebadian….





Karya : Kahlil Gibran

Asa Yang Terbuang

Segalanya tak semudah kau bayangkan
Indah dunia hanya semu belaka
Terhanyut muka tenggelam
Terpaku raga kau siksa

Riaknya air jangan kau lawan
Derasnya arus jauhkan gapaimu
Berdiri seakan kau mengambang
Tertegunpun tiada bisa menolong

Mata lebam tahan air mata
Hati teriak seakan tak bermakna
Sepasang kadang tak sepaham
Setali kadang lupa ikatan

Satu jalan sudah terlampau
Satu jalan membuka gerbang
Satu harapan terbentang
Satu harapan sudah menantang
Jauh sudah asa terbuang
Lelah jiwa seakan menjadi beban
Kering airmata hanya tinggal rasa
Peluh kini tinggal jelaganya

Akan kah akan terhenti sampai di sini
Relakan hilang perjuangan yang sudah teraih
Cuma sekian asamu terlepas
Menyerah ditengah keberhasilan


Ku ingin jawabmu
Ku ingin alasanmu
Ku ingin Apa ragumu
Ku ingin seberapa gundahmu

 karya: DIA
Tolong sertakan sumber artikelnya saat copas artikel di Cahyoe Blog. Sumber Artikel http://winduaguss.blogspot.co.id/