Showing posts with label puisi cinta. Show all posts
Showing posts with label puisi cinta. Show all posts

Segenggam Rindu Untukmu

Kala rindu ini menghentak relung kalbu
Kubisikan namamu penuh perasaan
Kuberitahu kau , aku kangen say….
Usaplah kerinduanku dengan caramu
Lesapkan lara hati yang menderaku

Gejolak dalam dada makin membuncah
Katakan padaku, bagaimana cara menetralkan rasa ini?

Hampir tak sanggup kujalani garis takdirku
Kuteruskan lajunya kehendak hati, itu tak kan berujung
Mundur pun taklah sanggup lara hati kutanggung
Kutanyakan pada hatiku, apa yang harus kulakukan?
Kedua pilihan yang sama pahitnya
Aku tak sanggup memilih satu di antaranya

Dua jendela hati terbuka sudah
Bukan mauku, juga bukan kehendakmu
Dia datang menerobos hati kita tanpa permisi
Tanpa sanggup kucegah, pun tak dapat kutolak
Mengenalmu memang mauku
Tapi jatuh cinta padamu, di luar kehendakku

Bagaimana sanggup kujalani hariku tanpamu?
Kau hadir disetiap tarikan nafasku
Bagai bayang-bayang, kau selalu mengikutiku
Anganku menggapai mimpi di setiap ruang imajinasi
Segenggam kerinduan kusimpan untukmu
Siap kulepas jika saatnya tiba

Aku tak sanggup sayang, temani aku sampai akhir hayatku
Denganmu, kutemukan kesempurnaan
Bersamamu, serasa lengkap arti hidupku
Izinkanlah aku mencintaimu dengan caraku
Biarkan aku menikmati rasa syahdu mengisi ruang hati
Aku tak berdaya menolak rasa ini
Rengkuhlah aku dalam pelukmu
Kumau bersamamu, selamanya!



"AKU HANYA INGIN PASANGAN SEDERHANA"

Aku hanyalah wanita biasa.
Aku bukanlah wanita berwajah cantik mempesona.
Aku juga bukanlah wanita yang punya segalanya.

Aku hanya ingin pasangan sederhana.
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya.
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya.
Aku tidak ingin menilai setinggi apa tahtanya.

Pasangan yang suka beramal sholeh.
Pasangan yang mengharapkan ridha_Nya.
Pasangan yang akan membawa keberkahan_Nya.
Aku berharap kelak pada suatu waktu.
Aku dipertemukan dengan pasangan pilihan_Nya.

Seorang lelaki yang hatinya terpaut kepada_Nya.
Seorang lelaki yang mengikuti sunnah Rasul_Nya.
Seorang lelaki yang berpedoman pada Kitab_Nya.
Seorang lelaki yang mau menerima kekuranganku.

Yang akan mampu membimbing hidupku.
Yang akan mampu mengisi hari-hariku.
Yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan-ku.

Aku ingin menyayanginya dengan sederhana.
Aku harap dia menyayangiku secara sederhana pula.
Sesederhana aku dalam mencintainya.
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersama_Nya.
Menyemai kerinduan akan wajah_Nya.
Sebelum aku dipertemukan dengannya.

Kelak akan kubangun Istana Indah.
Walau hanya pondok kecil dari bambu.
Kan kupagari ketulusan cinta dan kasih sayang.
Kan kujadikan pondokku sebagai Surga bagi Suami dan anakku.

Hanya satu cita-citaku.
Yaitu ingin menjadi seorang Isteri Sholehah.
Aamiin Ya Rabbal'alaamiin


Cinta Adalah Keharuman Bunga


Cinta adalah kesegaran dan keharuman bunga yang dikirim Tuhan untuk membuat dunia tersenyum

Parasnya laksana embun menyambut pagi , dan mengilhami bunga untuk menebarkan keharuman dimusim semi, mengilhami kumbang untuk meresapi tentang keindahan sari .


Dengan segala kecantikan dan pesona hati yang begitu sempurna, semua orang akan menilai ia adalah gadis paling beruntung, hidupnya dipenuhi oleh kesenangan dan kegembiraan.

Namun siapakah yang menyangka bila duka dan derita telah memenjarakan gadis tersebut?….

Siapakah yang bakal mengira bahwa jiwanya telah terangkat lalu terbang dari tubuhnya- untuk mencari keagungan cinta…Tiada seorangpun tahu tentang duka hati yang membaluti jiwanya…tiada seorangpun tahu tentang ratap tangis dan rintihan kalbunya dikeremangan malam…

Dibalik cahaya bintang dan bulan aku melihat jasadmu terkulai laksana merpati yang patah sayapnya, engkau memanggil-manggil pasangan jiwamu, yang juga terkapar dalam sayap kerinduan…

Memang pesona kecantikan yang dia miliki dapat menyembunyikan kesedihan hati akan penyakit cinta, tapi bukanlah obat sesungguhnya dari penyakit itu…Obat itu sesungguhnya ada pada orang yang telah mencuri hatinya… orang yang selalu dikenang ketika siang dan menjelma mimpi dikala malam.

Tiada seorangpun yang dapat mengerti dan memahami kesedihan hatinya begitu pula keluarga dekatnya , belahan jiwanyapun menjalani nasib yang sama , seorang diri ia mengelana ditengah hutan dan lautan perasaan.

Bahkan cinta merasakan penderitaan yang ia rasakan lebih perih dari pasangan jiwanya, Ia (si- belahan jiwa) terbebas dari aturan dan adat istiadat untuk menjaga martabat keluarga.

Tetapi cinta? Bintang itu harus tersenyum pada sekelilingnya agar tidak dicap angkuh, semua yang ia perbuat berjalan beriringan dengan ukuran harga diri, semua yang ia lakukan harus sesuai dengan tuntutan masyarakatnya, demi martabat keluarganya.

Tidaklah mungkin seorang putri raja keluar dari istananya, dimana setiap pasang mata selalu mengawasinya; hasrat hatinya terpendam untuk berjumpa dengan seorang pemuda yang tinggal di sebuah desa terpencil yang telah mencuri hatinya- desa yang belum pernah ia kunjungi sekalipun dalam mimpi…

Itulah tatanan dunia dan akupun memakluminya….

Ia harus terus tersenyum walau hatinya menangis, gemerlap dunia telah memaksanya untuk memakai topeng-topeng kepalsuan.

Kumohon padamu cinta…hentikan air matamu, lepaskan segala gundahmu….

Aku mendengar rintihan jiwamu, aku mendengar resahmu , kucoba untuk menjawab setiap pertanyaan batinmu…kemarilah cintaku bersandarlah dibayang bahuku, yakinlah bahwa aku akan ada disetiap bayang…Ulurkanlah sayap patahmu, kan kugapai dan kusembuhkan dengan kepakkan syair jiwaku.

Aku akan mengawalmu dari pencela-pencelamu….Bunga-bunga boleh saja layu, tapi ku kan menjaga agar cahaya bunga itu slalu merekah ditaman hati, lalu menjelma menjadi cahaya bintang yang mengisi kesunyian malam

Duhai cintaku berjanjilah dihadapan langit dan bintang…sekalipun kita takkan bersatu, namun jiwa kita kekal dalam keabadian cinta.

Tersenyumlah bersama mentari, sampaikan salam kerinduanmu padaku-melalui desiran angin dan kicauan burung-burung diangkasa serukanlah segala impian indahmu…

Ketika ku mendengarnya, aku kan rentangkan sayapku, lalu kujemput jiwamu yang memanggil jiwaku, bersama kita berdua dalam rengkuhan sayap-sayap ilahi , menuju cahaya kebadian….





Karya : Kahlil Gibran
Tolong sertakan sumber artikelnya saat copas artikel di Cahyoe Blog. Sumber Artikel http://winduaguss.blogspot.co.id/