Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Biola tak Berdawai

Bagaimana perasaan seorang ibu setelah melahirkan? Senang, bahagia, lega, dan entah perasaan apa lagi bercampur-aduk menjadi satu. Kebahagiaan itu bisa lenyap begitu saja, hancur berkeping-keping oleh sepatah kata dari dokter : “Down Syndrome”, “Autis” atau apa pun yang intinya mengatakan bahwa bayi yang baru lahir itu, kelak akan menjadi seorang tunadaksa. Kebahagiaan itu tiba-tiba lenyap seperti balon air yang pecah. Dan lengkung pelangi dalam gelembung-gelembung sabun itu pun lenyap. Keindahannya hanya bisa tertangkap mata sejenak untuk sesudahnya memercik pedih di mata kita.

“Byar.............!!!!! Yang ada cuma bengong, nangis sampai disentak oleh dokternya ‘Sudah bu nanti aja nangisnya, sekarang bukan waktunya. Sekarang harus cari jalan keluarnya’”
Begitu pengakuan seorang ibu di sebuah milis, ketika anaknya divonis menderita autis. Mendapatkan anak dengan kelainan merupakan pukulan tersendiri bagi orang tua, dan rata rata orang tua akan mengalami tahap-tahap seperti marah, sedih, merasa bersalah, tak mau menerima kenyataan, sampai depresi dan ingin bunuh diri.

“Dua bulan lebih aku mengalami depresi yang cukup parah setelah Avie dinyatakan autis”
“Mana mungkin dia Autis, wong tadinya sudah bisa nyanyi 30 laguan sewaktu umur 1,5 tahun...”
“... Aku tertegun begitu aneh.. begitu buruk .. aku hanya mengatakan kepada Dokter : Down Sindrom dok.. kelainan kromosom dok… cacat mental dok..”
“... Kenapa harus saya? kenapa harus Lauda yang menghadapi kenyataan ini? Salah saya apa? Satu hal yang ada dalam hati dan pikiran saya waktu itu adalah MATI….. mungkin KEMATIAN adalah solusi yang terbaik..”

Anak adalah karunia terbesar yang diberikan sang Pencipta kepada manusia. Dalam menciptakan manusia Allah mempunyai rahasia tersendiri. Ada yang dilahirkan normal, dan ada pula yang di lahirkan istimewa, salah satunya adalah anak-anak yang dilahirkan sebagai tunadaksa.
Di sudut mana pun di dunia, reaksi orang tua –terutama ibu-- kala mendapatkan berita buruk yang berkaitan dengan anaknya tak akan jauh-jauh dari pengakuan-pengakuan di atas. Dan itu wajar, sangat manusiawi. Tapi, akankah kita sebagai orang tua akan terus menyesali dan terpuruk dalam kesedihan tanpa berbuat sesuatu untuk anak-anak kita? Tentu tidak!
Mereka adalah anak-anak dari surga. Mereka datang di antara kita untuk menunjukkan kebesaran Allah, menguji sejauh mana kesabaran dan keikhlasan kita, menjadi ‘sarana’ kita mengenal dan mengingat Allah.

Sesungguhnya, yang disebut cacat itu bukanlah kelemahan fisik atau mental tetapi yang pantas disebut cacat adalah mereka yang tidak mampu beramal sholeh. Dan anak-anak itu, tanpa melakukan apa-apa, dengan segala keterbatasannya, hanya dengan senyumannya, mampu menyadarkan kita bahwa masih ada keajaiban di muka bumi ini, bahwa masih ada sesuatu yang layak kita syukuri.
Bukankah sahabat terbaik adalah sahabat yang kala kita menatapnya kita teringat pada Allah? Seperti itu juga seorang anak. Anak terbaik adalah anak yang kala orang tuanya menatapnya, mereka ingat pada Allah. Bukankah seperti itu juga yang dilakukan anak-anak istimewa itu? Dengan segala keterbatasannya, mereka mampu membuat kita berucap “Subhanallah” bahkan untuk hal-hal kecil yang mampu mereka lakukan.

Anak-anak tunadaksa seperti biola tak berdawai. Mereka punya keindahan tersendiri, mereka punya nada-nada, suara-suara tersendiri tapi mereka tak mampu menyuarakannya seperti kita berteriak kepada dunia. Mereka punya jiwa, punya hati. Jiwa disentuh dengan jiwa, hati disentuh dengan hati. Mereka punya dunia sendiri yang tak mungkin bisa kita masuki, tapi bukan berarti tak bisa kita pahami.
Memang bukan hal yang mudah menjalani peran sebagai orang tua dari anak-anak istimewa itu. Dan itu bisa menjelaskan kenapa masih saja ada bayi-bayi berkepala besar, berwajah mongoloid, dan kelainan-kelainan lain, yang ditemukan di tempat sampah atau di depan pintu panti asuhan. Kita tak bisa serta merta menyalahkan orang tua yang membuang anaknya seperti itu, bisa saja mereka berpikir bahwa mungkin nasib anaknya akan jauh lebih baik bila ditemukan dan dirawat orang lain daripada dirawat sendiri oleh mereka.

Ah...tapi tetap saja miris rasanya hati ini jika membayangkan bayi-bayi itu, dengan kepala mereka yang besar, dengan mata mereka yang melirik ke kiri dan ke kanan, dengan wajah yang tampaknya sama di seluruh dunia, anak-anak itu, dengan wajah mongoloid, dengan air liur yang selalu menetes, dengan tangan yang kaku, mereka yang tak pernah menangis, ditinggal begitu saja di tempat sampah, di depan pintu panti asuhan....
Bukankah cinta adalah berarti mau menerima dalam kondisi 
apa pun dan melakukan yang terbaik untuk membuat orang yang kita cintai bahagia? Bagaimanapun, menerima mereka apa adanya, tidaklah sama dengan sikap tidak peduli.


Tulisan ini terilhami dari roman “Biola Tak Berdawai” karya Seno Gumira Ajidarma dan curahan hati orang tua yang anaknya divonis menderita down syndrome atau autis, diambil dari milis puterakembara dan website POTADS, Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome

SUDAHKAH KITA MEMBERI SESUATU BUAT IBU

sudahkah kita memberi sesuatu buat  ibu.?



Saat senang aku cari pasanganku
Saat sedih aku cari ibu

Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku
Saat gagal aku ceritakan pada ibu

Saat bahagia aku peluk erat pasanganku
Saat sedih aku peluk erat ibuku

Saat liburan aku bawa pasanganku
Saat aku sibuk, anak dianter ke rumah ibu

Saat sambut ulang tahun, aku slalu beri hadiah pada pasangan
Saat sambut hari ibu, aku cuma ucapkan "Selamat Hari Ibu "

Selalu aku ingat pasanganku
Selalu ibu yg ingat aku

Setiap saat aku akan telpon pasanganku
Kalau inget saja aku akan telpon ibu

Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu

Renungkanlah :
 "Kalau kamu sudah gajian saat berkerja, sudahkah kamu kirim uang untuk ibu ..?"

Ibu tidak minta banyak... lima puluh sebulan pun "cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya



Tapi kalau ibu sudah tiada, Ibu aku RINDU....... AKU RIIINDDUU... SANGAT RINDU IBU

Berapa banyak yang sanggup menyuapkan ibunya dikala beliau sakit ....?

berapa banyak yang sanggup mengelap muntah ibunya....?

berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya .....?

berapa banyak yang sanggup membuang nanah dan membersihkan luka ibunya ..?

berapa banyak yang sanggup cuti kerja untuk menjaga ibunya yg sedang sakit ...?

Dan berapa banyak yang menshalati JENAZAH ibunya......?


... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci..


Biarkan Dia pergi

Jika orang yang selama ini engkau cinta dan sayangi dengan tulus memutuskan untuk pergi

meninggalkan dirimu begitu saja dengan maksud untuk memilih yang lain..

Maka TERIMALAH dengan hati LAPANG.
Karena suatu saat nanti Allah akan menghadirkan orang lain yang akan menggantikan cintanya
melebihi apa yang telah dia berikan selama ini.

Berusahalah untuk MENGIKHLASKAN.



Karena mengharap cinta dari orang yang nyata-nyata sudah tak menyayangi kita adalah sebuah
kesia-siaan dan sama saja dengan menyiksa serta menyakiti diri sendiri.








Serta BERSABARLAH.Karena yang sempurna dari yang tersempurna akan di hadirkan untukmu yaitu orang yang bakal menghampirimu dan memang ditakdirkan untukmu.





BERHENTILAH membuang percuma air matamu.
Karena yang engkau tangisi sedang bersama orang lain yang ia pilih menjadi pendampingnya.
Masih pantaskah air mata tumpah hanya untuk orang yang telah mengabaikan ketulusan cintamu?

Akan jauh lebih berguna jika air matamu engkau tumpahkan kepada-Nya agar Dia berkenan
memberimu pengganti yang lebih baik darinya.



Tetap BERSEMANGAT.
Dalam menantikan hadirnya seseorang yang tak hanya baik di hadapanmu.
Akan tetapi yang juga baik di hadapan Allah.



Yang punya komitmen untuk membangun puing-puing kehancuran hatimu.
Untuk menyongsong harapan yang baru.
Menuju Cinta hakiki yang senantiasa diridhai Ilahi Rabbi.




Selembar Bulu Mata

Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu. 

"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu." "Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat. Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yang memandangi." Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan." Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium." Bibir mengaku, "Saya yang merayu." Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meremas." Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan." "Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu, ucap malaikat. 

Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dijebloskan ke dalam jahanam. Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi." "Silakan", kata malaikat. "Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. 

Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat, walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka 
Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan." Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke syurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga: 

"Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk syurga kereana pertolongan selembar bulu mata."


Obat Sakit hati

Siapa sih yang gak tau sakit hati,dan siapa juga ya gag pernah sakit hati...gue yakin 100% 

kalian yang baca artikel ini pasti pernah ngalamin yang namanya sakit hati,Yang ngaku-ngaku belum pernah sakit hati berati  mereka belum ngerti apa itu sakit hati, Emang sih sampe saat ini gue belum pernah denger ada sekolah yang secara spesifik mempelajari ilmu sakit hati,,jadi wajar aja kalo ada yang belum ngerti apa itu sakit hati, atau gue curiga jangan-jangan mereka itu gak punya hati, yang belum tau sakit hati nih gue kasih tau ya.. SAKIT HATI itu ketika kita merasakan
tingkat emosi yang begitu tinggi (tingkat dewa) kemudian kita temui orang yang udah buat kita sakit hati lalu tanpa ampun kita tebas leher orang itu sampe lehernya putus dan bersimbah darah...


Yang terakhir itu tadi terlalu berlebihan, tapi gue yakin kalian juga tau maksudnya..kalo ada yang belum paham sekarang bayangin aja loe lagi ngalamin kejadian seperti berikut ini :

  1. Gebetan loe dipacarin sama orang/temen yang jauh lebih jelek daripada lo
  2. ngeliat mantan lo mesra-mesraan sama pacar barunya sementara loe masih menjomblo
  3. pacar loe mesra dan lembut di depan loe tapi dibelakang loe dia selingkuh
  4. pacar loe selelu bikin lo cemburu setiap saat
  5. pacar loe direbut orang
  6. pacar loe naksir sama orang lain,sampe lo gak dianggep


Nah Loh malah ada yang kesindir... HA HA HA, tenang aja gue gak lagi nyindir kalian ,tapi itu semua merupakan sebagian kecil dari ratusan bahkan ribuan hal yang bisa memicu sakit hati, bayangin aja loe lagi ngalamin sebagian atau bahkan semua yang gue sebutkan tadi..Pedih Bukan..???, nah kalo kalian saat ini lagi ngalamin itu beneran....cukup tenangkan pikiran dan sediakan waktu yang tepat buat ngelanjutin baca artikel ini ,karana disini gue mau ngasih sedikit tips buat ngobatin hati yang lagi butuh pertolongan dan perhatian lebih.

Yang pertama ketahuilah kalian gak satu-satunya orang yang mengalami hal serupa,diluar sana masih banyak orang-orang yang bernasib sama sepertimu..jadi gak usah berkecil hati dan gag usah ngerasa loe orang paling menderita di dunia ini.Gag perlu loe berdo'a agar dia yang menyakitimu akan dapet balasan "karna Tuhan-pun maha adil", lebih baik fokuskan diri buat move on.



Rasa sakit hati muncul sebagai pertanda/isyarat yang diberitahukan oleh tubuh kita bahwa dalam tubuh kita ada sesuatu yang pelu di perhatikan (di obati), dan kalian harus peka terhadap isyarat itu,terkadang sebagai “korban” kita sering mengabaikan isyarat tubuh kita tadi,disini kita harus benar-benar jeli mendengarkan teriakan tubuh kita, jangan biarkan rasa sakit itu berkembang menjadi boomerang yang justru akan berbalik menyerangmu,atau akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa seketika meluluh lantakan hatimu yang kecil itu.

Jangan melawan rasa sakit itu...,kalo kalian ngerasa diri kalian hebat dan berusaha melawan rasa sakit untuk kemudian kalian bisa memenangkan perlawanan itu, itu hanya akan membuatmu semakin gak bisa menerima semua itu sebagai berkah, ingatlah ketika seseorang meninggalkanmu demi orang lain atau istilah kerennya “pacarmu direbut orang” percayalah itu hanya bentuk kemasan lain dari istilah “orang baik akan selalu berpasangan dengan orang baik pula” dan itu sebernya hanya definisi sederhana bahwa sebenarnya dia bukan yang terbaik buat elo...Gak perlu lo temuin mereka yang merebut pacarmu kemudian lo ngajak berantem,gak perlu...,bersyukurlah Tuhan tlah menjauhkan dirimu dari seorang pecundang “siapakah pecundang itu”..Pacarmu tadi...”kenapa disebut pecundang” karena dia gak akan meninggalkanmu dengan alasan apapun demi orang lain, dan sebaiknya istilah  “ pacarmu direbut orang” diganti menjadi “pecundang diambil orang”..gue gak bermaksud menghakimi siapapun,tapi gue pengin kalian berdamai dengan diri kalian sendiri dan gak perlu mati-matian memperjuangkan pacar yang seperti itu,dia gak pantes buat lo perjuangkan bro...



Bersyukurlah dengan apa yang kalian miliki saat ini, jangan fokuskan pikiranmu buat mikirin kejahatan yang udah dia perbuat terhadapmu, fokuslah pada kebaikan yang pernah dia lakukan untukmu,bersyukurlah dia pernah hadir dalam hidupmu ,tpi disini lo harus berhati-hati,jangan sampai rasa bersyukurmu itu berubah menjadi rasa ngarep yang justru semakin mendorongmu kedalam jurang penyesalan. Bersyukurlah dia gak lagi jadi milikmu,karena tuhan tlah mempersiapkan seseorang yang lebiah baik darinya untuk hidup bersamamu.
                   


Alihkan perhatian dengan menyibukkan diri.......Bayangin aja lo lagi “asyik” bergalau ria tiba-tiba di hadapanmu ada orang gila ngamuk..apa lo mau ikut ngamuk..?? atau lo malah bilang “ heh orang gila...gak tau gue lagi sakit hati pah...bisa gak sih lo gilanya nanti aja,,apa lo mau tanggung jawab kalo gue jadi ikut2an kayak loe” ..Nah loh..malah jadi horor gitu ceritanya ,intinya  gini.. dengan menyibukkan diri tentunya akan semakin kecil kemungkinan loe mikirin sakit hati itu karena pikiran loe lagi asyik buat ngelakuin hal positiv yang jauh lebih berguna daripada nurutin hati yang maunya bermalas-malasan dan bergalau ria.    


Dan yang terakhir luangkanlah waktu buat baca-baca artikel di Cahyoe Blog ngobatin luka hati dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan, mulailah harimu dengan semangat baru,jangan berprinsip “sakit hati akan hilang seiring berjalannya waktu” ,aduh kasian banget kalo pemikiran lo seperti itu,,emang bener buat nyembuhin sakit hati butuh waktu,tapi tanpa usaha juga sama aja boong, dan lo akan selalu bangun pagi setiap hari dan merasakan sakit yang sama.



Teori itu gampang,tapi prakteknya yang susah..tapi yakinlah loe pasti bisa ngatasin sakit hati yang sedang melanda.Carilah tempat sepi yang bisa memberikan ketenangan batin “jangan lupa bawa tisu, tiker ,sekalian sama snack buat cemilan disana” ( Bercanda sob..itu namanya mau piknik ya ) . Nikmati rasa sakit yang ada,terima dengan ikhlas bahwasanya itu adalah waktumu buat ngerasain hal itu ,jangan disimpen terus dalem hati, ( saran gue loe cari tempat yang sepi,jangan sekali-kali mencobanya di kamar mandi..apalagi WC Umum...=D ) sesakit apapun itu rasakanlah dengan harapan suatu saat loe gak akan ngerasain hal itu lagi ,hiburlah dirimu dengan baca komik,atau bisa juga ngecek postingan2 blog kesayanganmu, bacalah artikel tentang dinamika kehidupan, cerit-cerita lucu, dan masih banyak hal lain yang bisa kalian lakukan .




Nah kayaknya segitu dulu yang bisa gue share kali ini,semoga bisa sedikit mengobati sakit hatimu,kalo kalian pengin nanya-nanya lagi sama gu sehubungan dengan hal ini,komen aja disini atau hubungi gue lewat email : winduagus53@yahoo.com ,thank’s..

Ketika Iblis Membentangkan sajadah


Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. "Hai, Blis!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : "Kau kerjakan saja tugasmu,
Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!", jawab Iblis ketus.

"Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!", Kiai mencoba mengusir.


"Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru". Kiai tercenung. "Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu". "Dengan apa?"
"Dengan sajadah!"
"Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?"
"Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!"
"Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?"
"Bukan itu saja Kiai..."
"Lalu?"
"Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"
"Untuk apa?"
"Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang.

 Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah".
Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.

Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi.
"Yang mana?"
"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka".
Iblis lenyap.

Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.
Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa.

Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.
Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.

Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.
"Astaghfirullahal adziiiim ", ujar sang Kiai pelan.


Ingat ini Sebelum Mengeluh

Hari ini sebelum kita ngucapin kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

 Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan kita
Pikirkan tentang seseorang yang tak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kita mengeluh tak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahwa kita itu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Sebelum kita mengeluh tentang teman atau pacar kita.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman dlm hidupnya

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup kita ,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kita  mengeluh tentang sahabat,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai sahabat tetapi tak ada seorangpun sahabat

Sebelum kita  mengeluh tentang rumah yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan

Sebelum kita  mengeluh tentang jauhnya kita  telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kita  lelah dan mengeluh tentang pekerjaan kita ,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti qt.

 Sebelum kita  menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika kita  sedang bersedih dan hidup ini dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa qt masih hidup !

a. Life is a gift
b. Live it…
c. Enjoy it…
d. Celebrate it…
e. And fulfill it.
Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatan kita 
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan

kita  tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya, ,,

It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone, but it’s
also true You don’t know what you’ve been missing until it arrives!!!

Pengaruh Sikap dalam kehidupan

Semakin lama gue hidup, semakin gue sadar Akan pengaruh sikap dalam kehidupan ini
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.


Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.

Gue semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya..setuju...?

Manusia Yang Tak pernah Mati

    Salah satu kesenangan gue adalah membaca buku-buku sejarah. Dari sejarah, gue nemuin banyak pelajaran, yang dengannya membuat gue berhati-hati dalam melangkah. gue semakin menyadari akan satu hal, bahwa jalan di dunia ini tidak selamanya mulus dan indah. Ada kalanya berlubang, bergelombang, penuh onak dan duri. Dari sanalah gue mengerti mengapa seseorang bisa sukses, dan mengapa yang lain tidak.
gue mengagumi ulama-ulama besar seperti Imam al-Ghazali, Imam Ibnu al-Jauzy, Imam Ibnu Taimiyah dan Imam Hasan al-Banna karena ilmu yang mereka miliki, ketekunan mereka dalam beribadah, keluhuran akhlak mereka dan penghargaan mereka terhadap waktu. Imam Hasan al-Banna pernah mengatakan, kewajiban yang ada lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Pernyataan ini bukan pernyataan yang main-main
, melainkan sebuah pernyataan yang keluar dari mulut seorang insan yang “bergelut” dengan waktunya dan sadar akan pentingnya waktu.

   Cabang-cabang ilmu pengetahuan mulai dari fikih, ushul fikih, tafsir, hadits, tarikh, tasawuf, filsafat, sastra Arab, hingga ilmu kedokteran, mereka kuasai dengan baik. Bahkan mereka ahli pada semua bidang itu. Tak heran jika seorang Roger Garaudy sangat mengagumi ilmu yang dimiliki para ulama Islam, yang sangat banyak itu, yang tak dimiliki ilmuwan-ilmuwan Barat. Kekagumannya itu membuatnya masuk Islam. Ya, ini sungguh luar biasa. Siapapun orangnya, yang tentu saja masih berakal sehat, pasti akan menyadari hal ini. Bagaimana mereka menguasai banyak ilmu pengetahuan dalam usia mereka yang tergolong pendek? Inilah pertanyaan yang mesti di jawab di sini.

    Gue berpikir, semua itu terjadi karena mereka sangat menghargai waktu. Sedetik pun waktu tidak pernah mereka sia-siakan. Kalaupun ada waktu yang terbuang percuma, mereka akan menyesal dan berusaha dikemudian hari hal itu tidak terulang lagi. Setiap hari, mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk jiwa, raga, dan pikiran mereka. Ada seorang ulama yang menunggu kedatangan gurunya dalam sebuah majelis, lantas kemudian ia isi waktu luang itu dengan shalat sunah.

    Imam Ibnu al-Jauzy pernah kedatangan tamu yang membicarakan hal-hal yang tak berguna. Dia meladeni mereka sembari menyerut pensil untuk menulis buku. Siang dan malam beliau tidak henti-hentinya berpikir, menulis, mengajar dan membaca. Imam Ibnu al-Jauzy pernah berkata, “Dari tanganku lahir dua ribu jilid buku dan di tanganku juga telah bertaubat seratus ribu orang, dua puluh ribu orang di antaranya masuk Islam.” Di antara karya-karyanya, Durratul Ikliil 4 jilid, Fadhail al-Arab, al-Amstaal, al-Manfaat fi Madzahib al-Arba’ah 2 jilid, al-Mukhtar min al-Asy’ar 10 jilid, at-Tabshirah 3 jilid, Ru’us al-Qawariir 2 jilid, Shaidul KhathirKitab al-Luqat (ilmu kedokteran) 2 jilid, dan sebagainya.



    Imam Ibnu Taimiyah adalah seorang ulama yang waktunya tidak pernah luput dari berbuat kebaikan. Hingga dipenjara sekalipun, ia tetap berusaha menulis, berceramah kepada para napi, dan lain sebagainya. Beliau pernah berkata, “Apakah yang akan diperbuat musuh-musuh terhadapku? Jika aku dipenjara, penjaraku adalah khalwah. Jika aku diasingkan, pengasinganku adalah tamasya. Dan jika aku dibunuh, kematianku adalah syahadah.” Sekalipun pena-penanya disingkirkan oleh pemerintah tirani, dia tetap saja menulis walaupun dengan arang.
   Jika diberi umur yang panjang, niscaya mereka akan terus menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Namun kenyataan tidaklah terjadi demikian. Karena ilmu di dunia ini sangatlah banyak dan tak mungkin umur manusia yang pendek, dapat menguasai semuanya, para ulama akhirnya membuat pengurutan ilmu-ilmu apa saja yang “wajib” dikuasai oleh kaum muslimin. Imam Ibnu Qudamah dalam bukunya berjudulMukhtashar Minhajul Qashidin mengomentari hadits yang berbunyi, “Mencari ilmu itu wajib atas setiap orang muslim,” dengan mengatakan bahwa yang dimaksud ilmu wajib di sini adalah ilmu muamalah hamba terhadap Tuhannya. 

   Muamalah yang dibebankan di sini meliputi tiga macam: Keyakinan, perbuatan dan apa yang harus ditinggalkan.
gue kemudian merenung tentang diri gue sendiri dan kebanyakan orang pada umumnya, betapa banyak waktu yang telah kita buang percuma. Mungkin satu atau dua jam waktu luang yang terbuang dalam sehari tidak akan kita rasakan dampak negatifnya. Namun jika dikumpulkan dalam setahun atau bahkan dalam seumur hidup, akan sangat terasa, betapa kita telah melalui banyak momen dengan hal yang tidak berguna. Waktu-waktu itu begitu cepat berlalu dan tak dapat kembali lagi. Sedetikpun ia tak mau. Pada akhirnya semua itu membuahkan penyesalan yang berkepanjangan. Kita hanya membawa amal yang sedikit kehadapan-Nya.

    Seorang ulama shalih bernama Taubah bin ash-Shimmah biasa mengintrospeksi dirinya sendiri. Suatu hari dia menghitung-hitung, selagi sudah berumur enam puluh tahun. Dia menghitung-hitung hari-hari yang pernah dilewatinya, yaitu sebanyak sebelas ribu hari lebih lima ratus hari. Tiba-tiba saja dia tersentak dan berkata, “Aduhai celaka aku! Apakah aku harus bertemu Allah dengan membawa sebelas ribu limaratus dosa?” Setelah itu dia langsung pingsan dan seketika itu pula dia meninggal dunia. Pada saat itu orang-orang mendengar suara, “Dia sedang meniti ke surga Firdaus.” (Lihat Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin)

   Sebagian orang terlalu banyak berharap dengan amal yang sedikit, mudah-mudahan dapat masuk surga. Mereka mengacu pada hadits qudsi yang berbunyi, “Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Karena itu hendaklah dia menyangka terhadap-Ku menurut kehendaknya.” Mengomentari hadits ini, Imam Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya, ad-Daa’ wad-Dawaa, mengemukakan, memang Allah akan melaksanakan sangkaan hambanya. Namun tidak dapat diragukan bahwa baik sangka hanya terjadi jika ada kebaikan. Orang yang berbuat kebaikan adalah orang yang berbaik sangka kepada Allah, bahwa Dia akan membalas kebaikannya dan tidak akan mengingkari janji-Nya serta akan menerima taubatnya.

   Adapun kezhaliman, kedurhakaan dan hal-hal haram yang dilakukan orang yang buruk dan intens dalam melakukan dosa-dosa besar, menghalanginya untuk berbaik sangka terhadap Allah. Yang demikian dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Seorang budak yang melarikan diri dan tidak lagi taat kepada tuannya, tentu tidak berbaik sangka kepadanya. Dia tidak bisa memadukan tindakan yang tidak baik dengan baik sangka. Orang yang buruk tentu merasa tidak respek, tergantung dari keburukannya. Maka orang yang paling berbaik sangka terhadap Allah ialah yang paling taat. Imam Hasan al-Bashri pernah berkata, “Sesungguhnya orang mukmin adalah orang yang berbaik sangka terhadap Tuhannya dan yang baik amalnya. Sedangkan orang keji ialah yang berburuk sangka terhadap Tuhannya dan buruk pula amalnya.”

   Bagi mereka yang menyadari sangat dekatnya kematian, niscaya akan sangat menghargai waktu. Waktu kita yang berlalu dengan sia-sia, hendaklah menjadi cambuk, agar kelak, dikemudian hari, tidak melakukan hal yang serupa. Kita bertekad kuat untuk mengisi hari-hari dengan amal yang berkualitas guna memperoleh pahala dan ganjaran yang abadi. Bagi seorang yang kaya harta, maka ia akan berusaha untuk mewakafkan kekayaannya dan mendarmabaktikan dirinya untuk dakwah dan jihad fi sabilillah. Sedangkan bagi seorang penulis, ia akan menulis buku yang bisa dibaca oleh setiap orang setelahnya dan senantiasa beramal dengan pelbagai kebaikan. Dari karya-karyanya, banyak orang yang dapat mengikuti jejak amalnya. Itulah manusia yang tidak pernah mati. Betapa banyaknya manusia yang mati, namun pada hakikatnya mereka selalu hidup…

   ‘’hidup memang tak selamanya indah,,tapi yang terindah selamanya kan tetap hidup dalam kenangan’’…untuk itu mari kita brusaha membuat sgala sesuatu mnjadi lebih indah agar semuanya bsa tetap hidup,,,,untuk saat ini,,esok,,dan selamanya……….

Manusia Bahagia Bila...

    Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.Manusia bisa
bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

    Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati. berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

    Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam
satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

    Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.


    Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita. tak perlu berkeras hati. la akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun
bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

    Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan, ini bukan soal apa yang kamu pelajari di sekolah. Tetapi bila anda tidak pernah belajar makna persahabatan, anda benar-benar tidak belajar apapun.

Artikel Terkait :

Manusia Yang Tak pernah Mati

Apakah Tuhan itu ADA ?

Islam No Valentine

Pengaruh Sikap dalam kehidupan

Apakah Tuhan itu ADA ?

     Dhulu kala Ada seorang pemuda sebut aja namanya bejo yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air.
Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama,
kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.
Akhirnya Orang tua bejo mendapatkan orang tersebut.

Bejo : Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda
Bejo : Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
Bejo : Saya punya 3 buah pertanyaan...
  1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
  2. Apakah yang dinamakan takdir
  3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat syetan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi Bejo dengan keras.
Bejo (sambil menahan sakit) : Kenapa anda marah kepada saya?
Kyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya
Bejo : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Bejo : Tentu saja saya merasakan sakit
Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Bejo : Ya
Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
Bejo : Saya tidak bisa
Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Bejo : Tidak
Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak
Kyai : Itulah yang dinamakan Takdir
Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?Bejo : Kulit
Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Bejo : Kulit
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Bejo : Sakit
Kyai : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan.


Dari kisah diatas masikah kita meragukan Allah itu ada??,,semoga bisa jadi bahan renungan dan semoga kita senantiasa mendapat Rahmatnya,,amien


Sumber : http://www.dudung.net/index.php?naon=depan&action=detail&id=334&cat=2
Tolong sertakan sumber artikelnya saat copas artikel di Cahyoe Blog. Sumber Artikel http://winduaguss.blogspot.co.id/